Oleh : Pak Asep
Siapa yang tak kenal Bandung?
Bandung adalah sebuah kota di Jawa Barat. Ya, itulah salah satu kota besar di Indonesia dan menjadi ibukotanya provinsi Jawa Barat. Bandung dikenal sebagai "Kota Kembang" ternyata menyimpan sejarah terpendam yang layak diketahui oleh para generasi.
Semua orang penasaran jika mengenal nama Bandung, tetapi tak pernah singgah, walau barang sekalipun. Inilah daya tarik dari kota Bandung. Tidak hanya masyarakat Indonesia saja, bangsa-bangsa lain di Asia dan Afrika telah sejak lama mengenal kota Bandung, ketika diselenggarakan "Konferensi Asia Afrika" tanggal 18 sampai 24 April 1955.
Konon kota Bandung yang dijuluki pula sebagai "Parijs Van Java" bahkan ada juga yang menyebut kota Seribu Taman, banyak memiliki potensi dan kekayaan yang unik. Baik dilihat dari potensi pariwisata, pendidikan, religius, dan sumber daya alam yang meliputi flora, fauna, dan bahan mineral. Kekayaan lainnya adalah budaya dan peninggalan bersejarah.
Pada masa prasejarah, Bandung dan sekitarnya disebut sebagai wilayah "Cekungan Bandung", merupakan danau yang luas, dimana tepian danau itu terdapat perkampungan masyarakat purba yang giat melakukan berbagai kehidupan sehari-hari. Dalam melakukan kegiatan sehari-hari mereka ditunjang oleh peralatan yang mereka rancang sendiri dari bahan-bahan sederhana yang digali dari kekayaan bumi Bandung ini. Peralatan tersebut dalam bentuk pekakas yang terbuat dari batu murni dan batu kaca (obsidian). Ada juga pekakas yang terbuat dari bahan logam, yang umumnya digunakan untuk peralatan berburu. Hal ini dapat dibuktikan dari sisa-sisa peninggalan yang ditemukan sepanjang hamparan wilayah Bandung, seperti kapak neolitik, alat pengasah dari batu, alat pintal terakota, sisa benda pemujaan megalitik, manik-manik kernalin dari gelas, cetakan terakota untuk membentuk benda yang terbuat dari perunggu, alat atau pekakas dari besi, dan sisa peninggalan kawasan permukiman dan pertahanan manusia purba.
Pada masa perkembangannya, Bandung pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Padjadjaran yang dipimpin oleh Prabu Siliwangi yang kini diabadikan pada nama sebuah Perguruan Tinggi di Bandung yaitu Universitas Padjadjaran (UNPAD), juga diabadikan sebagai nama divisi militer Jawa Barat yaitu Kodam III (semula Kodam VI) Siliwangi.
Bandung terus berkembang, hingga kini menjadi kawasan yang ramai, bahkan tidak hanya sebagai kawasan agraris sebagaimana pada umumnya wilayah Nusantara ini, tetapi juga menjadi kawasan industri, yang dibuktikan dengan banyak berdirinya kawasan industri besar, menengah, dan kecil. Sebagai wilayah agraris dan industri, ternyata Bandung telah dibuktikan sejak masyarakat purbakala, kendatipun masih bersifat sederhana. Daerah kawasan bersejarah itu, kini ada yang dijadikan sebagai objek pariwisata, seperti kawasan Gunung Padang di Rawabogo Ciwidey, dan tempat-tempat lainnya.
Kini, Bandung meliputi beberapa wilayah pemerintahan daerah, yaitu; Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Wilayah ini masih tetap dan semakin menarik, terbukti semakin banyaknya para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Di samping itu banyak pula Wong Wetan, dan Urang Peuntas yang betah tinggal dan menjadi penduduk tetap di wilayah Bandung ini. Memang Bandung menarik, menarik wilayahnya, gareulis mojangnya, juga karasep jajakanya.***
Dikutip dari Karya Ilmiah : Program Jaga Bumi Pemerintah Kabupaten Bandung Tahun 1996
Karya : Asep P. Kurnia (Masuk sebagai Finalis Karya Ilmiah Tingkat Nasional)
Pengutipan sebagian dan keseluruhan, diizinkan sepanjang menyertakan nama penulis dan tidak mengubah redaksi serta esensinya.
Baca Selanjutnya...
Wednesday, April 6, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)